Keterkaitan Langsung dengan Pelaku Penyerangan
Informasi dari empat aparat penegak hukum yang dihubungi secara terpisah menyebutkan, para pelaku penyiraman air keras sempat berkumpul di rumah tersebut. Bahkan, dua eksekutor diduga terekam kamera pengawas memasuki rumah itu usai menyerang Andrie Yunus pada Kamis malam, 12 Maret 2026.
Berdasarkan data, rumah itu dihuni oleh tiga orang dengan berbagai versi: satu perwira menengah TNI dan dua warga sipil, atau dua anggota TNI dan satu warga sipil. Seorang perwira pertama TNI tercatat sebagai wajib pajak bangunan tersebut.
Penolakan Mantan Kepala BAIS
Mantan Kepala BAIS (2011–2013), Soleman B. Ponto, mengaku pernah ditawari untuk menggunakan rumah di Jalan Panglima Polim III tersebut sebagai rumah dinas. Namun, ia menolak dengan alasan lokasinya yang jauh dari kantor.
Kasus ini terus berkembang seiring desakan berbagai pihak untuk mengungkap keterlibatan dan penyalahgunaan fasilitas negara dalam aksi kekerasan terhadap aktivis hak asasi manusia.
Artikel Terkait
Video Viral MBG Berbelatung di Lombok: Polisi Buru Pelapor atau Pengunggah?
Kisah Terakhir Kapten Zulmi: Kopassus Saleh yang Syahid di Lebanon Usai Umrah
Viral di Kebumen: Pasangan Tidur Berpelukan di Masjid Diguyur Air, Hukuman Setimpal atau Kekerasan?
Skandal Malam Hari: Oknum Perangkat Desa Sidoarjo Digerebek di Rumah Istri Orang, Langsung Dinonaktifkan!