"Sebab, politik semacam itu sangat berbahaya bagi keutuhan NKRI," kata Jamil kepada Polhukam.id.
Ia menambahkan politik polarisasi sebenarnya sangat mudah diakhiri. Karena politik tersebut bermula dari elit politik, maka kapan saja mereka dapat mengakhirinya.
"Jadi, masalahnya ada di tingkat elit politik, bukan massa di akar rumput. Massa di akar rumput hanya mengikuti kehendak elit politik," tegasnya.
Karena itu, kata Jamil, sebaiknya para elit politik perlu berikrar untuk tidak terlibat dalam politik polarisasi atau identitas. Ikrar tersebut sebaiknya dinyatakan para elit partai politik.
Artikel Terkait
Dana Rp28 Triliun Soros Bocor ke Indonesia: Target Rahasia dan Kontroversi Intervensi Asing
SP-3 untuk Rismon: Perlindungan Hukum atau Imunitas untuk Kasus Ijazah Palsu?
Skandal Dapur MBG Ponorogo: Anggaran Siswa Dipotong, Intimidasi Hingga Pencatutan Nama Menteri!
Skandal Dapur MBG Ponorogo: Anggaran Dipotong, Intimidasi, hingga Klaim Palsu Cucu Menteri!