Menurutnya, desa wisata ini memiliki Sungai Kanang dengan sensasi jeram yang cantik dan river tubing. Sepanjang jalur yang dilintasi river tubing terdapat batu-batu besar dikelilingi pepohanan rindang. Tidak jauh dari finish river tubing juga ada air terjun 3 tingkat untuk kegiatan canyoning. Tak hanya itu, Desa Wisata Pandean juga memiliki kesenian unggulan, yakni Kothekan Lesung, yang sudah ada sejak zaman penjajahan. Biasanya, kesenian ini dimainkan oleh ibu-ibu lansia. Ada juga Terbangan Ello, kesenian yang sudah langka, memakai alat semacam rebana. “Alamnya yang indah, ada sungai dengan river tubing ini harus terung dikembangkan yang diharapkan akan semakin menarik wisatawan untuk berwisata. Dan kesenian yang ada di desa ini juga harus kita lestarikan,” kata Menparekraf. Pada kesempatan tersebut, Menparekraf turut menjajal mobil listrik tenaga surya buatan anak muda Trenggalek. Ia berharap nantinya Kemenparekraf bisa berkolaborasi agar dapat mengembangkan karya-karya anak bangsa. “Mudah-mudahan ini langkah kolaborasi, saya melihat ke depan wisatawan di Desa Wisata Pandean ini juga bisa menjajal sensasi mobil karya anak muda Trenggalek,” ujar Menparekraf. Sementara itu Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, menyampaikan pihaknya akan terus mengembangkan Desa Wisata Pandean agar bisa membangkitkan perekonomian daerah.
Sumber: jakarta.suara.com
Artikel Terkait
Habib Bahar bin Smith Ditahan! Ini Pasal Berat yang Menghantuinya
Rahasia Pertemuan Prabowo dengan Tokoh Kunci: Isu Polri, Gaza, dan Pemberantasan Korupsi Terbongkar!
Ancaman Pistol Ussama ke Bayi Ressa: Fakta Kelam yang Ditutupi Denada Selama 24 Tahun
Santunan Rp15 Juta Cair! Ini Rincian Bantuan Lengkap Kemensos untuk Korban Banjir Sumatra