MESIR, polhukam.id - Diaa El-Din Daud, seorang perwakilan di Parlemen Mesir, memicu kontroversi saat berpidato di hadapan Perdana Menteri Mostafa Madbouly.
Yaitu mendesak untuk merobek perjanjian perdamaian antara Mesir dan Israel.
Dalam pidatonya yang viral, Daud menyatakan bahwa perjanjian normalisasi tersebut menghambat negara Mesir dan tidak dapat diinterpretasikan dengan berbagai cara.
"Kita harus merobeknya demi keamanan Mesir dan dunia Arab yang kuat," ucapnya.
Daud dengan tegas mengajukan pertanyaan kritis, apakah Mesir masih harus terikat pada perjanjian tersebut di abad ini.
Jawaban dari Perdana Menteri Madbouly menekankan bahwa Mesir tidak akan menentang kesepakatan apa pun yang dapat mengancam kepentingan Arab, Palestina, dan keamanan nasional Mesir.
Di dalam tayangan potongan video Youtube Islam Populer, Daud juga mengingatkan tentang bahaya pengungsian paksa, merujuk kepada warga Gaza, dan menegaskan bahwa Mesir tidak bisa mengisolasi rakyat Palestina.
Artikel Terkait
Gempa 7.6 M Guncang Bitung, Tsunami 0.3 Meter Terjang Maluku Utara: Ini Videonya!
Gempa M 7.6 Guncang Bitung, BMKG: 10 Wilayah Ini Waspada Tsunami!
Gempa M 7.6 Guncang Bitung, Air Laut Surut Drastis: Tsunami Terjadi? Ini Fakta Terkini
Video Viral MBG Berbelatung di Lombok: Polisi Buru Pelapor atau Pengunggah?