Djatmiko menambahkan, sosialisasi pemanfaatan IM-PTA telah dan akan terus dilakukan, baik secara daring maupun luring.
“Diharapkan para pemangku kepentingan baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, maupun akademisi dapat memaksimalkan persetujuan dagang ini sehingga memberikan manfaat seluas-luasnya untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia,” pungkasnya.
Perundingan IM-PTA merupakan tindak lanjut hasil pertemuan Presiden Joko Widodo dan Presiden Mozambik Filipe Jacinto Nyusi pada 7 Maret 2017 di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi Indian Ocean Rim Association (IORA) di Jakarta. IM-PTA menjadi catatan sejarah bagi kedua negara karena merupakan persetujuan dagang pertama bagi Indonesia dengan negara di kawasan Afrika. Sedangkan bagi Mozambik, persetujuan ini yang pertama dengan negara di kawasan Asia.
Perundingan IM-PTA merupakan perundingan dagang yang paling cepat diselesaikan. Perundingan ini hanya memerlukan tiga putaran dalam kurun waktu satu tahun. Perundingan putaran ke-1 hingga ke-3 berlangsung pada Mei 2018–Februari 2019. Pada 27 Agustus 2019, kedua pihak mengumumkan keberhasilan penyelesaian perundingan IM-PTA yang ditandai penandatanganan persetujuan oleh Menteri Perdagangan RI dan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Mozambik di Maputo, Mozambik.
Pada 2021, total perdagangan Indonesia–Mozambik mencapai USD122,7 juta, naik 77,18 persen dibandingkan 2020 yang tercatat sebesar USD69,3 juta. Perdagangan kedua negara sempat mengalami penurunan pada periode 2019—2020. Namun nilai perdagangan bilateral kembali mengalami kenaikan yang cukup signifikan meskipun di tengah pandemi Covid-19.
Pada 2021, ekspor Indonesia ke Mozambik tercatat sebesar USD111,9 juta atau meningkat 89,86 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar USD58,9 juta. Komoditas ekspor utama Indonesia ke Mozambik yaitu minyak sawit dan produk turunannya, sabun, asam lemak untuk industri, margarin, dan bahan aktif permukaan organik (semacam sabun atau pembersih).
Sementara, impor Indonesia dari Mozambik 2021 tercatat sebesar USD10,9 juta, naik 4,95 persen dibandingkan 2020 yang tercatat sebesar USD10,3 juta. Komoditas impor utama Indonesia dari Mozambik yaitu katun, tembakau yang belum diolah, besi paduan, dan kacang tanah.
Sumber: suara.com
Artikel Terkait
Marshel Widianto Nyaris Tewas! Ini Kondisi Terkininya Usai Operasi 5 Jam yang Menyelamatkan Nyawa
Tragis! Korban Gugur TNI di Lebanon Bertambah Jadi 3 Orang, Ini Update Terbaru
Stadion Indomilk Arena Hancur! Begini Kondisi Puting Beliung Porak-Porandakan Markas Persita
Kisah Nikhil Chandwani: Membangun Kuil Hindu Pertama di Bangladesh yang Bikin Heboh