- Perjalanan karier yang meloncat, dari Wali Kota Solo, langsung ke Wakil Presiden.
- Simbol angka dan waktu kelahiran, yang menurut perhitungan Jawa selaras dengan pola kepemimpinan Nusantara.
“Semua itu bukan kebetulan. Gibran akan mengisi tahta sebelum 2029. Bisa jadi karena keadaan politik, bisa jadi karena restu rakyat, tapi jalannya sudah jelas,” katanya.
Ramalan Jawa sering kali dipandang sekadar mitos.
Namun, dalam sejarah, banyak tokoh besar Nusantara yang diyakini berhubungan erat dengan wahyu kekuasaan.
Dari era kerajaan hingga presiden-presiden sebelumnya, mitos tentang turunnya wahyu sering dijadikan legitimasi spiritual kepemimpinan.
Ki Bawono menekankan, ramalannya bukan untuk menggiring opini politik, tetapi sebagai pengetahuan budaya dan spiritual.
“Kekuasaan di Jawa selalu menyatu dengan spiritualitas. Siapa yang mendapatkan wahyu, dialah yang akan memimpin. Dan Gibran sudah memegangnya,” pungkasnya.
Sumber: SuaraNasional
Artikel Terkait
Sri Bintang Pamungkas Bongkar Fakta: Para Jenderal TNI Sudah Tahu Soal Teddy Sejak Lama, Bukan Rahasia Lagi!
Kritik Amien Rais ke IKN: Tanah Gembur & Target “Mission Impossible” Prabowo yang Bikin Waswas
Ade Armando Resmi Mundur dari PSI demi Jaga Partai dari Polemik Jusuf Kalla
Teddy Indra Wijaya: Dari Ajudan Jokowi ke Seskab Rasa Perdana Menteri – Naik Tak Wajar atau Buah Kepercayaan?