- Perjalanan karier yang meloncat, dari Wali Kota Solo, langsung ke Wakil Presiden.
- Simbol angka dan waktu kelahiran, yang menurut perhitungan Jawa selaras dengan pola kepemimpinan Nusantara.
“Semua itu bukan kebetulan. Gibran akan mengisi tahta sebelum 2029. Bisa jadi karena keadaan politik, bisa jadi karena restu rakyat, tapi jalannya sudah jelas,” katanya.
Ramalan Jawa sering kali dipandang sekadar mitos.
Namun, dalam sejarah, banyak tokoh besar Nusantara yang diyakini berhubungan erat dengan wahyu kekuasaan.
Dari era kerajaan hingga presiden-presiden sebelumnya, mitos tentang turunnya wahyu sering dijadikan legitimasi spiritual kepemimpinan.
Ki Bawono menekankan, ramalannya bukan untuk menggiring opini politik, tetapi sebagai pengetahuan budaya dan spiritual.
“Kekuasaan di Jawa selalu menyatu dengan spiritualitas. Siapa yang mendapatkan wahyu, dialah yang akan memimpin. Dan Gibran sudah memegangnya,” pungkasnya.
Sumber: SuaraNasional
Artikel Terkait
Sidang Isbat 1 Syawal 2026 Digelar Besok: Apakah Idul Fitri Jatuh pada 20 Maret?
Mahfud MD Bongkar Potensi Korupsi di Balik Program Makan Gratis: Ini Kata-Kata Kerasnya
Restorative Justice untuk Rismon: Mungkinkah Perkara Ijazah Palsu vs Jokowi Berakhir Damai?
Mantan Ketua PN Depok Lawan KPK di Praperadilan: Benarkah Penyitaan Rp850 Juta & Rp2,5 Miliar Itu Sah?