Selain meminimalisir pengaruh Geng Solo dan PDIP, Prabowo juga diyakini akan meminimalisir pengaruh Golkar yang memiliki kedekatan dengan Geng Solo seperti yang terjadi pada mantan Menpora Dito Ariotedjo.
"Kan kalo kita lihat orang dekat dengan kelompok Solo ini diberikan tempat terhormat seperti Deddy Corbuzier dan Raffi Ahmad, apa yang bisa dia lakukan terhadap pemerintah? Nggak berfungsi mereka," kritik Ginting.
Ginting menegaskan, Prabowo bukanlah orang sembarangan.
Prabowo saat ini kata dia, sedang menjalankan politik yang tidak teratur, tidak standar dan cenderung tidak normal.
"Itu cara untuk melawan kelompok yang kira-kira akan menggerogotinya, karena itu (nampak) seperti dibiarkan nanti ada waktunya 'digergaji'," tuturnya.
Ia menambahkan, cara menghadapi Geng Solo harus dengan cara ireguler atau tidak biasa, dan itulah yang sedang dijalankan Prabowo saat ini.
"Tinggal apakah menjalankan politik bersama Jokowi atau ireguler di luar Jokowi. Kalau Prabowo masih menjalankan politik bersama Jokowi maka siap-siap pemerintahannya hanya bertahan dua tahun.
Kalau dia berani menjalankan dengan cara-cara tidak biasa di luar Jokowi mugkin dia bisa selamat sampai 2029 bahkan bisa terpilih (lagi)," terang Ginting.
Sumber: Konteks
Artikel Terkait
Prabowo vs Oligarki: Said Didu Bocorkan Target Geng Solo Parcok dalam Pertemuan Rahasia 4 Jam
Strategi Jokowi 2029-2034: PSI, Kaesang, dan Misteri Dinasti Politik yang Mengguncang Indonesia
Dokter Tifa Bongkar Alasan Jokowi Paksakan Diri ke Rakernas PSI: Sakit atau Strategi?
Prabowo Gelar Pertemuan Rahasia Malam Hari: Siti Zuhro dan Susno Duadji Bicara Apa?