Kepiawaian Jokowi dalam manuver politik menjadi dasar analisis ini. Hensa mewanti-wanti Gerindra untuk berhati-hati. "Hati-hati buat Gerindra. Ini bisa jadi Projo adalah kuda Troya-nya Jokowi," tegasnya. Penyusupan ini dinilai bertujuan untuk memastikan agenda Prabowo-Gibran dua periode benar-benar terjadi, sekaligus memantau strategi internal Gerindra.
Mengantisipasi Pesaing Baru Gibran Rakabuming
Hensa juga menyinggung munculnya pesaing potensial bagi Gibran Rakabuming Raka, seperti Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, yang popularitasnya terus meningkat. Manuver Projo ini bisa jadi merupakan langkah antisipasi terhadap dinamika persaingan internal tersebut. "Untuk mengantisipasi itu, makanya Projo bisa jadi membuat manuver itu," jelasnya.
Perubahan Logo: Drama Politik yang Terencana
Rencana perubahan logo Projo dari siluet Jokowi menjadi simbol semut, yang melambangkan rakyat kecil, dinilai Hensa sebagai bagian dari "drama" atau pertunjukan politik. "Politik yang sesungguhnya itu tidak mungkin di permukaan. Kalau yang terjadi di depan itu namanya drama atau pertunjukkan politik," pungkas Hensa.
Artikel Terkait
Sidang Isbat 1 Syawal 2026 Digelar Besok: Apakah Idul Fitri Jatuh pada 20 Maret?
Mahfud MD Bongkar Potensi Korupsi di Balik Program Makan Gratis: Ini Kata-Kata Kerasnya
Restorative Justice untuk Rismon: Mungkinkah Perkara Ijazah Palsu vs Jokowi Berakhir Damai?
Mantan Ketua PN Depok Lawan KPK di Praperadilan: Benarkah Penyitaan Rp850 Juta & Rp2,5 Miliar Itu Sah?