Kepiawaian Jokowi dalam manuver politik menjadi dasar analisis ini. Hensa mewanti-wanti Gerindra untuk berhati-hati. "Hati-hati buat Gerindra. Ini bisa jadi Projo adalah kuda Troya-nya Jokowi," tegasnya. Penyusupan ini dinilai bertujuan untuk memastikan agenda Prabowo-Gibran dua periode benar-benar terjadi, sekaligus memantau strategi internal Gerindra.
Mengantisipasi Pesaing Baru Gibran Rakabuming
Hensa juga menyinggung munculnya pesaing potensial bagi Gibran Rakabuming Raka, seperti Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, yang popularitasnya terus meningkat. Manuver Projo ini bisa jadi merupakan langkah antisipasi terhadap dinamika persaingan internal tersebut. "Untuk mengantisipasi itu, makanya Projo bisa jadi membuat manuver itu," jelasnya.
Perubahan Logo: Drama Politik yang Terencana
Rencana perubahan logo Projo dari siluet Jokowi menjadi simbol semut, yang melambangkan rakyat kecil, dinilai Hensa sebagai bagian dari "drama" atau pertunjukan politik. "Politik yang sesungguhnya itu tidak mungkin di permukaan. Kalau yang terjadi di depan itu namanya drama atau pertunjukkan politik," pungkas Hensa.
Artikel Terkait
Ade Armando Resmi Mundur dari PSI demi Jaga Partai dari Polemik Jusuf Kalla
Teddy Indra Wijaya: Dari Ajudan Jokowi ke Seskab Rasa Perdana Menteri – Naik Tak Wajar atau Buah Kepercayaan?
Gatot Nurmantyo Bongkar Alasan Dipecat Jokowi dari Panglima TNI: Saya Ditendang karena Tidak Nurut
Qodari Resmi Jabat Kepala Bakom: Gaya Komunikasi Pemerintah Berubah Total Jadi Lebih Agresif dan Siap Perang Narasi