Lebih lanjut, ia menuding ada pihak tertentu di KPU dan KPUD yang diduga menghilangkan dokumen pendukung data Jokowi saat pencalonan di tingkat daerah dulu.
Kritik Terhadap Kepemimpinan dan Imbas ke UGM
Beathor juga menyampaikan kritik pedas terhadap kepemimpinan Jokowi. Ia menilai terjadi kerusakan tatanan di berbagai lembaga negara, mulai dari kepolisian hingga militer, serta menyebut adanya praktik jual beli jabatan.
"Akibat kepemimpinan Jokowi, semua menjadi rusak. Semua jabatan ini dan itu menjadi ga benar, semua sudah dibayar," kata Beathor.
Polemik ini juga menyentuh institusi pendidikan. Beathor mempertanyakan sikap Universitas Gadjah Mada (UGM) yang dianggap terlalu membela Jokowi. Ia menilai reputasi kampus ternama itu ikut tergadaikan karena polemik ijazah yang tak kunjung usai.
"Kenapa Jokowi dan kawan-kawannya mengorbankan ijazah UGM untuk permainan politik ini? Menjadi rusaklah UGM yang seharusnya menjadi penerang," tandasnya.
Artikel Terkait
JK Siap Polisikan Rismon Sianipar ke Bareskrim, Ini Tudingan Rp 5 Miliar yang Bikin Heboh
Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai: Inilah Alasan Pengamat Bilang Isu Ini Sengaja Diperpanjang!
Juli-Agustus 2026 Kritis! Peringatan Jusuf Kalla Soal Potensi Chaos Nasional Akibat Defisit Rp1.000 Triliun
AM Hendropriyono Buka Suara: Ini Alasan Seskab Teddy Disebut Cerminan Pemimpin Masa Depan