Pegiat media sosial, Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa, memprotes hal ini. Menurutnya, Jokowi terlihat sehat saat ada agenda politik menguntungkan, tetapi tiba-tiba sakit saat harus menghadapi proses hukum. Erizal menyebut kondisi ini sebagai "alergi pengadilan".
Politisasi Kesehatan: Strategi Politik Jokowi?
Erizal menambahkan, kondisi sakit atau sehat Jokowi seolah menjadi alat politik yang fleksibel. "Bisa jadi nanti orang tak percaya kalau Jokowi benar-benar sakit. Sakit atau sehat tergantung apa yang sedang dihadapi," pungkasnya.
Analisis ini menyimpulkan bahwa isu kesehatan mantan presiden telah masuk dalam ranah politik praktis. Keberangkatan Jokowi ke Singapura semakin mengukuhkan anggapan bahwa ada prioritas dan strategi tertentu di balik setiap kehadiran dan ketidakhadirannya di momen-momen penting.
Artikel Terkait
Republik Fufufafa Slank: Bahaya Laten yang Masih Mengendalikan Indonesia Hingga 2029?
Indonesia Kehilangan Peradaban? Ini Analisis Kritis Aktivis Senior Soal Hukum & Moral yang Tergerus
Presiden Prabowo Buka Suara: Menteri Turun ke Bencana, Pencitraan atau Bukti Nyata?
Gus Yahya Tantang Rais Aam: Selesaikan di Muktamar 2026! Ini Kata-Katanya