Jokowi Dinilai Masih Haus Kekuasaan, Ini Analisis Langkah Politiknya Menuju Pemilu 2029
Langkah mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang aktif berbicara soal relawan dan dukungan politik menjelang Pemilu 2029 menuai sorotan. Analis politik menilai hal ini menunjukkan keinginan kuat untuk mempertahankan pengaruh kekuasaan di panggung politik nasional.
Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, secara khusus menyoroti pernyataan tegas Jokowi yang menyatakan kesiapannya untuk "mati-matian" membela Partai Solidaritas Indonesia (PSI) agar menang pada Pemilu 2029 mendatang.
"Kembali menjadi politisi yang terkesan haus kekuasaan," kata Pangi dalam pernyataannya, Kamis, 5 Maret 2026.
Sebagai dosen Ilmu Politik Universitas Bung Karno (UBK), Pangi menilai bahwa seharusnya, status sebagai mantan presiden menuntut Jokowi untuk mengambil posisi sebagai negarawan yang berada di atas kepentingan politik praktis sehari-hari.
Artikel Terkait
Bahlil Lahadalia Bikin Heboh: Kenaikan Harga BBM Disebut Dosa Baru yang Ancam Pemerintahan
Jusuf Kalla Bongkar Isi Chat Rismon: Mau Kasih Buku Gibran End Game, Saya Tolak!
Golkar Buka Suara Soal Klaim JK: Benarkah Hanya Dia yang Bawa Jokowi ke Kursi Presiden?
Jusuf Kalla Ungkap Fakta Mengejutkan: Saya yang Bawa Jokowi dari Solo ke Istana!