"Untuk mendapatkan intan terbaik harus karat tertinggi, seragam, dan tidak ada cacat," sambungnya. Menurut aktivis nasional itu, proses penyaringan yang ketat ini mutlak dilakukan untuk memastikan kualitas akhir yang terbaik.
"Dengan terpaksa, saat pemurnian terakhir maka intan kadar tinggi terpaksa harus dibuang atau terbuang. Itulah cara mendapatkan intan murni, kadar tinggi, dan tidak ada cacat, inilah harga yang terbaik," tutur Said Didu.
Dari konsep pemurnian intan tersebut, Said Didu meyakini bahwa persoalan ijazah Jokowi yang terjadi saat ini adalah bagian dari proses 'pemurnian' dalam perjuangan penuntutan. "Begitulah gambaran seleksi perjuangan, termasuk para pejuang keaslian ijazah Jokowi," ucapnya.
Ia menutup pernyataannya dengan pesan, "Jangan ada yang sedih. Kepergian beberapa teman seperjuangan adalah proses pencarian peningkatan pemurnian perjuangan, sejarah akan mencatat."
Artikel Terkait
Rismon Sianipar Akui Ijazah Jokowi Asli: Apa yang Sebenarnya Terjadi di Solo?
Viral! Mobil Pickup India untuk Koperasi Desa Sudah Tiba di Sukabumi, Benarkah?
OTT KPK Heboh! Bupati & Wakil Bupati Rejang Lebong Ditangkap, Ini Kronologi Lengkapnya
Prabowo Buka Suara: Pejabat Ini Dinilai Mengecewakan & Bikin Bangsa Susah!