“Kenaikan elektabilitas PDIP dan Gerindra sebesar 5,8 persen, sementara elektabilitas Partai NasDem hanya turun 1,9 persen. Ini artinya, turunnya elektabilitas Partai NasDem tidak sebanding dengan kenaikan elektabilitas PDIP dan Gerindra yang notabene partai nasionalis,” ungkapnya.
Jamiluddin meminta CPCS perlu menjelaskan kembali dasar kesimpulannya yang menyatakan turunnya elektabilitas Partai NasDem karena mendukung Anies.
Kalau tidak bisa menjelaskannya, kata Jamiluddin CPCS dapat dinilai sudah melakukan kebohongan publik. “Hal itu selain merusak kredibilitas CPCS, juga akan menjatuhkan image lembaga survei lainnya. Tentu hal itu membahayakan lembaga survei secara keseluruhan,” pungkas Jamiluddin.
Sumber: suaranasional.com
Artikel Terkait
Sidang Isbat 1 Syawal 2026 Digelar Besok: Apakah Idul Fitri Jatuh pada 20 Maret?
Mahfud MD Bongkar Potensi Korupsi di Balik Program Makan Gratis: Ini Kata-Kata Kerasnya
Restorative Justice untuk Rismon: Mungkinkah Perkara Ijazah Palsu vs Jokowi Berakhir Damai?
Mantan Ketua PN Depok Lawan KPK di Praperadilan: Benarkah Penyitaan Rp850 Juta & Rp2,5 Miliar Itu Sah?