Lebih lanjut, Laode berpendapat sikap Deddy justru menjatuhkan citra partainya sendiri yang mendeklarasikan sebagai partai wong cilik. Pasalnya, Deddy malah menjatuhkan kebijakan Anies yang ditujukan untuk rakyat-rakyat kecil.
"Bagi kami, mereka ini sebenarnya sedang memperburuk citra mereka sendiri. Jangan-jangan suara mereka ini bukan suara partai. [Kritik] ini kan tanpa dasar. Sekali lagi, ini bisa mempermalukan partai," pungkas dia.
Laode mengakui setiap orang berhak untuk menciptakan penafsirannya sendiri. Namun, menurut dia tafsir itu juga harus mengacu pada nalar yang rasional.
"Publik berhak menafsirkan, termasuk PDIP. Tapi, tafsir-tafsir itu juga dinilai, apakah itu masuk akal atau tidak," ujarnya.
Sumber: ihram.republika.co.id
Artikel Terkait
Said Didu Bongkar Dalang di Balik Upaya Jatuhkan Prabowo: Bukan Oposisi, Tapi Kelompok Ini!
Prediksi Pilpres 2029: 7 Nama Kuda Hitam yang Siap Kalahkan Petahana dan Rebut Kursi RI-1
Bukan Prabowo, Petinggi TNI Sebut Opsi Pemakzulan Ini Jauh Lebih Realistis dan Risikonya Kecil
Tentara Israel Jejali Rokok ke Mulut Patung Bunda Maria di Lebanon: Aksi Hina yang Picu Kemarahan Umat Katolik