Khusus terkait rencana kerja sama dengan Perindo, Hasto menyebut pertemuan Ganjar dengan Ketua Unum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo beberapa waktu lalu sebagai langkah positif. "Pertemuan itu bagian dari merangkai kerja sama besar untuk kemenangan Pak Ganjar Pranowo,” ujarnya.
Terkait mengapa Partai Gerindra tidak diajak, Hasto tidak secara eksplisit memberikan jawaban. Dia hanya mengomentari soal wacana menjadikan Ganjar sebagai cawapres mendampingi capres Gerindra, Prabowo Subianto.
Hasto menegaskan, PDIP, PPP, dan Hanura sudah menyatakan bahwa Ganjar merupakan capres. Sikap PDIP tidak akan berubah, apalagi partai berlambang banteng mocong putih itu mengeklaim, berdasarkan hasil survei menunjukkan elektabilitas Ganjar 'meroket' usai diumumkan sebagai capres.
Ihwal PSI, sejumlah elite PDIP diketahui sudah sejak tahun lalu menunjukkan resistensi untuk bekerja sama dengan partai pimpinan eks vokalis Nidji, Giring Ganesha itu. Hasto bahkan menuding PSI hanya ingin memperebutkan efek ekor jas ketika mendeklarasikan dukungan terhadap Ganjar.
Sumber: kontenjatim.
Artikel Terkait
Sidang Isbat 1 Syawal 2026 Digelar Besok: Apakah Idul Fitri Jatuh pada 20 Maret?
Mahfud MD Bongkar Potensi Korupsi di Balik Program Makan Gratis: Ini Kata-Kata Kerasnya
Restorative Justice untuk Rismon: Mungkinkah Perkara Ijazah Palsu vs Jokowi Berakhir Damai?
Mantan Ketua PN Depok Lawan KPK di Praperadilan: Benarkah Penyitaan Rp850 Juta & Rp2,5 Miliar Itu Sah?