Selain itu, reklamasi juga seolah menjadi trend yang dilakukan di sejumlah wilayah di Indonesia. "Nah reklamasinya dari mana, ini yang kami atur, bahannya reklamasinya harus dari bahan sedimentasi sehingga gak rusak lingkunganya," imbuhnya.
Menanggapi hal tersebut, Said Didu mempertanyakan logika Sakti yang mengklaim kebutuhan dalam negeri untuk reklamasi naik maka ekspor pasir laut diizinkan.
“Pak Menteri @kkpgoid yth, bagaimana logika Bpk tentang bahwa karena kebutuhan dalam negeri untuk reklamasi naik maka diizinkan ekspor pasir laut ?” tanya Said Didu, dikutip Suara Liberte dari akun Twitter @msaid_didu pada Selasa (13/6/2023).
Dia juga menyoroti perihal ekspor pasir laut tidak terkait dengan kepentingan Singapura padahal negara yang membutuhkan barang tersebut adalah Singapura.
“Bahwa izin ekspor pasir laut tidak terkait dengan kepentingan Singapura, padahal negara yang butuh impor pasir laut adalah Singapura. KAMI TDK BODOH PAK,” tegas Said Didu.
Sumber: suara
Artikel Terkait
Strategi Jokowi 2029-2034: PSI, Kaesang, dan Misteri Dinasti Politik yang Mengguncang Indonesia
Dokter Tifa Bongkar Alasan Jokowi Paksakan Diri ke Rakernas PSI: Sakit atau Strategi?
Prabowo Gelar Pertemuan Rahasia Malam Hari: Siti Zuhro dan Susno Duadji Bicara Apa?
Gatot Nurmantyo vs Kapolri: Analisis Hukum Mengungkap Dampak Kritik yang Dinilai Melemahkan Polri