Riak-riak politik yang terjadi di antara Nasdem dan Demokrat ini kemudian dinilai ditangkap matang oleh PDIP. Ketidakjelasan AHY menjadi cawapres, lantas digoda oleh partai banteng yang dianggap merupakan pertemuan serius.
Menurut Zulfan, pertemuan antara dua sekjen PDIP dan Demokrat adalah sinyal kuat bahwa ada keseriusan keduanya menjalin kerjasama politik.
"Itu pasti ada restu Ibu Mega dan Pak SBY. Apalagi kita tahu bagaimana hubungan Ibu dan Bapak itu, ini pasti serius," kata Zulfan.
Kejengkelan Demokrat dinilai semakin dipertajam dengan sikap sejumlah petinggi Nasdem seperti Ahmad Ali dan Gus Choi yang tek pernah menyebut nama AHY sebagai calon kuat cawapres Anies Baswedan.
Dua sosok yang justru kerap disebut Nasdem sebagai pendamping Anies adalah Khofifah Indarparawansa dan Yenny Wahid. Dalam sebuah kesempatan Gus Choi justru menyebut Nasdem akan mendukung AHY jika terpaksa.
"Demokrat pasti tersinggung. Buat Demokrat ini kan penghinaan. Masa teman koalisi begini, enggak boleh dong," kata Zulfan Lindan.
Sumber: poskota
Artikel Terkait
Ade Armando Resmi Mundur dari PSI demi Jaga Partai dari Polemik Jusuf Kalla
Teddy Indra Wijaya: Dari Ajudan Jokowi ke Seskab Rasa Perdana Menteri – Naik Tak Wajar atau Buah Kepercayaan?
Gatot Nurmantyo Bongkar Alasan Dipecat Jokowi dari Panglima TNI: Saya Ditendang karena Tidak Nurut
Qodari Resmi Jabat Kepala Bakom: Gaya Komunikasi Pemerintah Berubah Total Jadi Lebih Agresif dan Siap Perang Narasi