Riak-riak politik yang terjadi di antara Nasdem dan Demokrat ini kemudian dinilai ditangkap matang oleh PDIP. Ketidakjelasan AHY menjadi cawapres, lantas digoda oleh partai banteng yang dianggap merupakan pertemuan serius.
Menurut Zulfan, pertemuan antara dua sekjen PDIP dan Demokrat adalah sinyal kuat bahwa ada keseriusan keduanya menjalin kerjasama politik.
"Itu pasti ada restu Ibu Mega dan Pak SBY. Apalagi kita tahu bagaimana hubungan Ibu dan Bapak itu, ini pasti serius," kata Zulfan.
Kejengkelan Demokrat dinilai semakin dipertajam dengan sikap sejumlah petinggi Nasdem seperti Ahmad Ali dan Gus Choi yang tek pernah menyebut nama AHY sebagai calon kuat cawapres Anies Baswedan.
Dua sosok yang justru kerap disebut Nasdem sebagai pendamping Anies adalah Khofifah Indarparawansa dan Yenny Wahid. Dalam sebuah kesempatan Gus Choi justru menyebut Nasdem akan mendukung AHY jika terpaksa.
"Demokrat pasti tersinggung. Buat Demokrat ini kan penghinaan. Masa teman koalisi begini, enggak boleh dong," kata Zulfan Lindan.
Sumber: poskota
Artikel Terkait
Sidang Isbat 1 Syawal 2026 Digelar Besok: Apakah Idul Fitri Jatuh pada 20 Maret?
Mahfud MD Bongkar Potensi Korupsi di Balik Program Makan Gratis: Ini Kata-Kata Kerasnya
Restorative Justice untuk Rismon: Mungkinkah Perkara Ijazah Palsu vs Jokowi Berakhir Damai?
Mantan Ketua PN Depok Lawan KPK di Praperadilan: Benarkah Penyitaan Rp850 Juta & Rp2,5 Miliar Itu Sah?