Soal bergabung dengan partai atau poros politik lain, Arif mengatakan saat ini Partai Demokrat masih menunggu arah angin yang mau tandem dengan AHY.
"Pilihan merapat atau bergabung di poros politik mana faktor tersebut menjadi pertimbangan utama. Meski tidak menonjol, tapi elektabilitas AHY lumayan yang bisa diposisikan sebagai cawapres," kata Arif di Yogyakarta, Minggu (22/5/2022).
Menurut dia, AHY memiliki modal yang sangat besar untuk mencalonkan diri sebagai capres atau cawapres, yakni modalitas, personalitas, komunikasi politik yang bagus, dan klan politik Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Sebagai anak SBY, AHY memperoleh modal yang bersifat pemberian karena berupa warisan nama besar anak Presiden SBY.
Artikel Terkait
Tuduhan Penistaan Agama ke Jusuf Kalla: Benarkah Sah Secara Hukum? Ini Kata Analisis!
Motor Rp42 Juta & Kaos Kaki Rp100 Ribu: Benarkah Anggaran Gizi Nasional untuk Rakyat?
Viral! Ketua PP Pemuda Katolik Diperiksa Polda, Ini Isi Ceramah Jusuf Kalla yang Dilaporkan
Jusuf Kalla Dituding Rusak Kerukunan: Potong Konten atau Ujaran Intoleran?