Trump Beberkan Laporan CIA: Benarkah Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Gay?

- Sabtu, 28 Maret 2026 | 07:50 WIB
Trump Beberkan Laporan CIA: Benarkah Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Gay?

Trump Konfirmasi Laporan CIA: Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei Diduga Gay

Sebuah pengakuan mengejutkan datang dari mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengenai dinamika kekuasaan di Timur Tengah. Dalam wawancara eksklusif, Trump mengonfirmasi laporan intelijen CIA yang menyebut Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, kemungkinan besar adalah seorang gay.

Konfirmasi Trump di Fox News dan Isi Laporan Rahasia CIA

Dalam penampilannya di acara "The Five" Fox News, Trump ditanya langsung oleh pembawa acara Jesse Watters mengenai kebenaran laporan intelijen yang menyebut "Ayatollah Jr." itu gay. Trump menjawab tanpa ragu, "Mereka (CIA) memang mengatakan itu. Saya pikir banyak orang juga mengatakannya."

Trump menambahkan bahwa hal ini akan menjadi awal yang buruk bagi kepemimpinan Mojtaba Khamenei di Iran, mengingat negara tersebut menerapkan hukum syariah ketat yang menghukum kaum gay.

Laporan CIA yang dirilis The Post menyebutkan bahwa informasi ini berasal dari "sumber yang paling dilindungi oleh pemerintah AS." Intelijen AS menunjukkan bahwa Mojtaba Khamenei diduga terlibat hubungan jangka panjang dengan tutor laki-lakinya sejak masa muda. Bahkan, ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, dikabarkan telah lama mencurigai orientasi seksual putranya dan sempat melarangnya untuk naik takhta.

Dampak Politik dan Spekulasi di Iran

Spekulasi mengenai orientasi seksual Mojtaba Khamenei ini disebut-sebut pernah digunakan oleh lawan-lawan politiknya untuk menjegal kenaikannya sebagai Pemimpin Tertinggi pada 8 Maret lalu. Sumber intelijen juga mengindikasikan adanya perselingkuhan dengan mantan pekerja keluarga Khamenei.

Meski Badan Intelijen AS tidak memiliki bukti foto, sumber-sumber mereka bersikeras bahwa informasi ini dapat diandalkan. Trump dan para pembantunya dilaporkan tertawa terbahak-bahak mendengar laporan ini, mengingat ironi besar di baliknya: Iran adalah negara teokrasi yang dikenal kerap mengeksekusi kaum gay di tempat umum.

Halaman:

Komentar