"Itu yang saya warning dia di dalam, jika kau menjadi anggota partai maka seluruh kebebasanmu diatur oleh partai. Tidak bisa lagi sebebas-bebasnya. Kalau mau bebas ya jangan di partai," tegas Komarudin.
Komarudin menjelaskan bahwa PDIP sebenarnya tidak mempermasalahkan sikap Effendi sebagai Ketua Punguan Simbolon dohot Baruna se-Indonesia (PSBI) yang mengundang Prabowo Subianto untuk hadir dalam acara rakernas.
Namun, ia menyayangkan sikap Effendi yang memberikan penilaian terbuka terhadap Prabowo, yang dapat menimbulkan kesalahpahaman di kalangan publik.
Meskipun Effendi memiliki hak untuk memiliki pandangan pribadi, Komarudin menegaskan bahwa sebagai anggota partai, Effendi harus mempertimbangkan dampak dari pernyataannya terhadap citra dan kesatuan partai.
Sumber: suara
Artikel Terkait
Dokter Tifa Bongkar Alasan Jokowi Paksakan Diri ke Rakernas PSI: Sakit atau Strategi?
Prabowo Gelar Pertemuan Rahasia Malam Hari: Siti Zuhro dan Susno Duadji Bicara Apa?
Gatot Nurmantyo vs Kapolri: Analisis Hukum Mengungkap Dampak Kritik yang Dinilai Melemahkan Polri
Jokowi vs Janjinya: Benarkah Bakal Pulang Kampung atau Malah Mati-Matian untuk PSI?