POLHUKAM.ID -Gonjang-ganjing yang menerjang Partai Golkar belakangan ini, di antaranya dipicu pernyataan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan yang siap menjadi ketua umum partai beringin, dinilai sarat campur tangan penguasa.
Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI), Rocky Gerung, menduga Presiden Joko Widodo (Jokowi) ikut andil dalam upaya pengambilalihan partai yang dinakhodai Airlangga Hartarto itu. Kepentingan Jokowi ini dalam rangka “cari aman” setelah tidak lagi berkuasa sebagai Presiden RI pada 2024.
“Golkar itu digoyang karena kepentingan Jokowi sendiri. Jadi, Jokowi memastikan bahwa dia punya peralatan politik setelah dia lengser,” kata Rocky dalam video yang diunggah akun TikTok @jakartamoves, dikutip Selasa (25/7).
Rocky menyebut, upaya pengambilalihan Partai Golkar tidak jauh berbeda seperti pengambilan paksa Partai Demokrat melalui KSP Moeldoko. Bedanya, Luhut itu kader Golkar sedangkan Moeldoko bukan kader Demokrat.
Artikel Terkait
Strategi Jokowi 2029-2034: PSI, Kaesang, dan Misteri Dinasti Politik yang Mengguncang Indonesia
Dokter Tifa Bongkar Alasan Jokowi Paksakan Diri ke Rakernas PSI: Sakit atau Strategi?
Prabowo Gelar Pertemuan Rahasia Malam Hari: Siti Zuhro dan Susno Duadji Bicara Apa?
Gatot Nurmantyo vs Kapolri: Analisis Hukum Mengungkap Dampak Kritik yang Dinilai Melemahkan Polri