Ray Rangkuti Kritik Reshuffle Kelima Kabinet Prabowo: Hanya Putar Posisi, Minim Perubahan
Keputusan Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle kabinet untuk kelima kalinya langsung mendapat kritik tajam dari pengamat politik. Direktur Eksekutif Lingkar Madani (Lima) Indonesia, Ray Rangkuti, menilai perubahan susunan kabinet kali ini belum menunjukkan arah pembaruan yang signifikan.
Menurut Ray, pergantian pejabat justru memperlihatkan pola lama di mana figur yang sama dipindah ke posisi berbeda atau kembali masuk pemerintahan setelah sebelumnya dicopot.
Sindiran 'I Tu Si' atau Itu-Itu Saja
Ray membuka komentarnya dengan istilah khas Mandailing untuk menggambarkan reshuffle terbaru. "Mengutip istilah orang Mandailing: i tu si. Artinya itu itu saja. Begitulah situasi reshuffle yang baru saja dilakukan oleh presiden Prabowo. Mengangkat kembali orang yang pernah diberhentikan, lalu merotasi yang lain dari satu tempat ke tempat lainnya," kata Ray dalam pernyataan tertulisnya, Selasa 28 April 2026.
Ia menilai perombakan kabinet belum memberi kejutan politik karena wajah-wajah yang muncul masih berasal dari lingkaran lama kekuasaan.
Jumhur Hidayat Satu-satunya Figur Baru
Dalam pandangan Ray, hanya satu nama yang benar-benar tampil sebagai sosok baru dalam susunan kabinet hasil reshuffle tersebut. "Satu-satunya yang baru hanyalah wajah Jumhur Hidayat. Seorang pegiat buruh dan TKI kini menjabat sebagai menteri lingkungan hidup," kata dia.
Masuknya Jumhur Hidayat disebut menjadi satu-satunya elemen segar di tengah dominasi nama lama dalam kabinet.
Artikel Terkait
Rp3 Miliar untuk Pakaian Dinas? Gubernur Sumsel Buka Suara soal Anggaran Kontroversial Ini
Konflik Timur Tengah 2 Bulan, Menteri ESDM Buka Suara: Stok BBM Nasional Aman?
Harta Rp40,43 M Tanpa Utang! Ini Isi LHKPN Hasan Nasbi, Penasihat Khusus Komunikasi Presiden
Reshuffle Kabinet Prabowo Hari Ini: 6 Nama Baru Dilantik, Ada Dudung hingga Aktivis Buruh!