"Kita tahu siapa Anda, Anda punya banyak masalah di bidang keuangan, anda punya ambisi padahal bertahun-tahun kita banyak mengurus anda, sekjen langsung, utang-utang anda kita beresin yang begitu besar, miliaran," kata Deddy dikutip dari akun X @ch_chotimah2 pada Rabu (23/8/2023).
Meski sudah dibantu, Deddy menyayangkan atas sikap Budiman yang seolah mengkhianati partai. Hal itu dibuktikan dengan keputusan aktivis 1998 tersebut untuk mendukung Prabowo sebagai capres di Pilpres 2024.
Padahal sebagai kader PDIP, sudah menjadi kewajiban Budiman untuk mendukung sekaligus ikut memenangkan Ganjar Pranowo.
Setelah itu, Budiman juga enggan mundur sebagai kader PDIP. Deddy menilai kalau Budiman tengah berlagak playing victim agar bisa mendapatkan simpatik dari pihak eksternal partai.
"'Saya gak mau mundur', saya sedih dia inginnya PDI supaya pecat saja maksudnya apa? Mau main sinetron, playing victim supaya dia harganya naik di mata kelompok atau capres yang dia dukung," tuturnya.
Sumber: suara
Artikel Terkait
Sidang Isbat 1 Syawal 2026 Digelar Besok: Apakah Idul Fitri Jatuh pada 20 Maret?
Mahfud MD Bongkar Potensi Korupsi di Balik Program Makan Gratis: Ini Kata-Kata Kerasnya
Restorative Justice untuk Rismon: Mungkinkah Perkara Ijazah Palsu vs Jokowi Berakhir Damai?
Mantan Ketua PN Depok Lawan KPK di Praperadilan: Benarkah Penyitaan Rp850 Juta & Rp2,5 Miliar Itu Sah?