Sudah saatnya, kata dia, para aktivis dan korban 98 saling mengobrol. Dia mengatakan, setidaknya dari anggota PRD tidak ada satupun yang menentang dengan rencana damai tersebut.
"Sudah saatnya yah kita ngobrol, ini bukan cuma dengan jati, dengan beberapa yang lain saya tidak perlu sebut namanya," kata Dia.
"Setidaknya dari anak-anak PRD tidak ada satupun yang menentang, mendukung atau memahami, kalaupun tidak setuju, understanding. Termasuk Mugiyanto, kalau nggak salah, Ikatan Keluarga Orang Hilang (IKOHI)," katanya.
Dia juga mengatakan, para aktivis merupakan petarung yang pernah kalah dan menang. Begitu juga Prabowo.
"Kita ini petarung yang pernah kalah dan menang, pak prabowo pernah menang kemudian kalah itu saat bangsa kita sedang bertransisi," imbuhnya.
Mantan Ketua PRD itu juga mengatakan, dia dan para aktivis memang sempat bersitegang dengan Prabowo.
Namun, Prabowo juga sudah mendapat kekalahan dengan pemecatan dan pemberhentian dari jabatannya saat itu.
"Kita memang pernah bertempur, kita pernah berhadapan, kita kalah tapi Prabowo juga pernah kalah," ungkapnya.
"Dan Pak Prabowo pernah menanggung itu, dipecat juga diberhentikan juga meskipun tidak pernah ada pengadilan terhadap Pak Prabowo," katanya.
Sumber: suara
Artikel Terkait
Ade Armando Resmi Mundur dari PSI demi Jaga Partai dari Polemik Jusuf Kalla
Teddy Indra Wijaya: Dari Ajudan Jokowi ke Seskab Rasa Perdana Menteri – Naik Tak Wajar atau Buah Kepercayaan?
Gatot Nurmantyo Bongkar Alasan Dipecat Jokowi dari Panglima TNI: Saya Ditendang karena Tidak Nurut
Qodari Resmi Jabat Kepala Bakom: Gaya Komunikasi Pemerintah Berubah Total Jadi Lebih Agresif dan Siap Perang Narasi