Salah satu yang turut disoroti Partai Garuda adalah pembentukan Posko Jurdil TPN Ganjar-Mahfud. Di balik pembentukan posko pengaduan masyarakat tersebut, Teddy menilai isunya sama, yakni memanaskan narasi kecurangan dan penggunaan kekuasaan untuk Pemilu 2024.
Padahal jelang pencoblosan yang tinggal menghitung bulan, seluruh peserta pemilu, termasuk tim pemenangan dan partai politik seharusnya lebih mengedepankan gagasan masing-masing calon presiden dan calon wakil presiden jika terpilih pada Pilpres 2024.
Sebagai pendukung pasangan Prabowo-Gibran, Partai Garuda memilih fokus pemenangan paslon nomor urut 2 ini dibanding ikut memanaskan suhu politik dengan narasi kecurangan.
"Kubu Prabowo-Gibran hanya menonton dari luar drama komedi yang sedang dimainkan kubu Ganjar-Mahfud," tandas Teddy Gusnaidi.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Prabowo vs Oligarki: Said Didu Bocorkan Target Geng Solo Parcok dalam Pertemuan Rahasia 4 Jam
Strategi Jokowi 2029-2034: PSI, Kaesang, dan Misteri Dinasti Politik yang Mengguncang Indonesia
Dokter Tifa Bongkar Alasan Jokowi Paksakan Diri ke Rakernas PSI: Sakit atau Strategi?
Prabowo Gelar Pertemuan Rahasia Malam Hari: Siti Zuhro dan Susno Duadji Bicara Apa?