POLHUKAM.ID -Prabowo Subianto dinilai lebih sakti daripada Joko Widodo, bila mampu menggaet Megawati Soekarnoputri dan Surya Paloh, bergabung di pemerintahan yang dipimpinnya.
Pengamat politik dari Motion Cipta Matrix, Wildan Hakim, mengakui, upaya menggandeng kader PDIP ke dalam kabinet masih terkendala psikologis.
"Saat ini Capres dan Cawapres yang diusung PDIP masih bersidang, menggugat hasil Pilpres 2024. Situasinya akan terasa aneh bila Ganjar-Mahfud masih bersidang, di sisi lain partai pengusung membuka hati masuk kabinet," kata Wildan, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (1/4).
Meski begitu, kata dosen ilmu komunikasi Universitas Al Azhar Indonesia ini, untuk ke depan, setelah putusan Mahkamah Konstitusi (MK), pilihannya bukan lagi mengajak Partai Nasdem ke kabinet, lalu PDIP dijadikan oposisi, ataupun sebaliknya.
Artikel Terkait
Sidang Isbat 1 Syawal 2026 Digelar Besok: Apakah Idul Fitri Jatuh pada 20 Maret?
Mahfud MD Bongkar Potensi Korupsi di Balik Program Makan Gratis: Ini Kata-Kata Kerasnya
Restorative Justice untuk Rismon: Mungkinkah Perkara Ijazah Palsu vs Jokowi Berakhir Damai?
Mantan Ketua PN Depok Lawan KPK di Praperadilan: Benarkah Penyitaan Rp850 Juta & Rp2,5 Miliar Itu Sah?