Ia pun menilai ada motif politik yang melatarbelakangi kondisi tersebut.
"Sebab, terkesan ada kontestasi politik dalam perhelatan tersebut," ujar Dedi kepada GenPI.co, Senin (6/6).
Padahal, kata Dedi, perhelatan yang digelar sejak 4 Juni tersebut bukan hanya mengangkat nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saja.
"Itu bukan gelaran Anies Baswedan secara personal, melainkan program yang menunjukkan wajah Indonesia," tuturnya.
Dedi juga mengatakan tidak adanya sponsor dari BUMN justru membuat nama Anies meroket.
"Nihilnya andil BUMN akan membuat Anies berpeluang menjadi tokoh paling dianggap berprestasi," ucapnya.
Artikel Terkait
Prabowo vs Oligarki: Said Didu Bocorkan Target Geng Solo Parcok dalam Pertemuan Rahasia 4 Jam
Strategi Jokowi 2029-2034: PSI, Kaesang, dan Misteri Dinasti Politik yang Mengguncang Indonesia
Dokter Tifa Bongkar Alasan Jokowi Paksakan Diri ke Rakernas PSI: Sakit atau Strategi?
Prabowo Gelar Pertemuan Rahasia Malam Hari: Siti Zuhro dan Susno Duadji Bicara Apa?