POLHUKAM.ID - PDI Perjuangan kembali menyindir Presiden Joko Widodo dalam perannya di Pemilu 2024.
Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, mengatakan bahwa Pemilu 2024 khususnya pemilihan presiden merupakan ajang pesta demokrasi yang paling buruk.
Pasalnya, sosok Jokowi sebagai kepala negara masih belum mau melepaskan kekuasaannya.
Oleh karena itu, wajar jika pelaksanaan Pilpres 2024 mendapat protes luar biasa, baik dari kubu Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar maupun Ganjar Pranowo-Mahfud MD.
Menurut Hasto, pelaksanaan Pilpres 2024 hanya sebatas untuk menggugurkan kewajiban semata.
Dengan tujuan tetap melanjutkan kekuasaan menggunakan kekuatan kelompok keluarga.
"Pemilu seharusnya merupakan cermin peningkatan kualitas peradaban bangsa dalam demokrasi. Kini direduksi hanya menjadi legalitas bagi perpanjangan kekuasaan Presiden Jokowi melalui nepotisme dan ini sangat berbahaya," jelasnya dalam diskusi bertema Membuka Kotak Pandora Sirekap Saksi Bisu Kejahatan Pilpres 2024 di kawasan SCBD, Jakarta, Minggu (7/4/2024).
Artikel Terkait
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?
Prabowo 2029: Siapa yang Akan Jadi Cawapres dan Mengubah Peta Politik?
Tragedi Ngada: Benarkah Sekolah di Indonesia Sudah Gratis?