Imam pun mencatat, masih terjadi peningkatan pada ekspor sejumlah komoditas nonmigas. Kenaikan terbesar terjadi pada ekspor baja, biji loham, dan terak abu yang naik US$ 166,8 juta atau 26,16% dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan teruta,a terjadi untuk pengiriman ke Jepang, Cina, dan Jerman.
Sementara penurunan ekspornonmigas terbesar terjadi pada logam mulia, perhiasan, dan permata yang turun US$ 573,4 juta atau 52,3%. Penurunan ekspor tersebut terutama terjadi pada negara tujuan Swiss, Jepang, dan Singapura.
Adapun berdasarkan negara tujuannya, ekspor Indonesia secara keseluruhan turun paling signifikan ke Cina mencapai US$ 1 miliar. Sedangkan peningkatan ekspor paling tinggi terjadi Pakistan sebesar US$ 126,3 juta.
Imam memberikan catatan, anjloknya ekspor pada April terutama juga dipengaruhi oleh tingginya ekspor sepanjang 2022. Ini karena Indonesia pada tahun lalu menikmati berkas harga komoditas akibat perang Rusia dan Ukraina.
Sumber: katadata.co.id
Artikel Terkait
Anwar Usman Bisa Saja Menyesal Karir Hancur Gegara Gibran
VIRAL Beredar Foto MABA Fakultas Kehutanan UGM 1980, Tak Ada Potret Jokowi?
Gibran dan Dua Rekannya Ditangkap Polisi terkait Dugaan Penggelapan Duit Rp 15 Miliar
Kejagung Sita Rupiah-Mata Uang Asing Riza Chalid