polhukam.id -Terdakwa Sarimuda Mantan Direktur Utama PT Sriwijaya Mandiri Sumsel (SMS) periode 2019-2021, yang terjerat Kasus dugaan korupsi kerja sama pengangkutan barubara pada BUMD milik Pemprov Sumsel jalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Palembang dengan Agenda Pembacaan dakwaan Senin (29/1/24)
Dihadapkan majelis hakim Pitriadi SH MH, serta tim kuasa hukum terdakwa, Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membacakan dakwaan terdakwa Sarimuda.
Baca Juga: Mantan Dirut PT SMS Ditahan KPK, Warganet Pertanyakan Keterlibatan Gubernur Sumsel
Didalam Dakwaannya, JPU KPK menyatakan bahwa terdakwa Sarimuda terlibat dalam Kasus dugaan korupsi kerja sama pengangkutan baru bara pada BUMD milik Pemprov Sumsel, yang menyebabkan kerugian keuangan negara sebesar Rp18 miliar.
"Bahwa terdakwa Sarimuda sebagai Direktur Utama PT SMS telah membuat kebijakan untuk melakukan kerja sama pengangkutan batubara dengan menggunakan fasilitas PT KAI Persero dengan sejumlah customer, yaitu perusahaan pemilik batubara maupun pemegang izin usaha pertambangan.
Melalui kontrak kerja sama dengan para perusahaan batubara tersebut, PT SMS Perseroda mendapatkan pembayaran dengan hitungan per metrik ton," urai penuntut umum pada poin dakwaannya.
Baca Juga: Andrei Utama : PT SMS Konsisten dalam Pengembangan Pengelolaan Limbah B3
Artikel Terkait
KPK Telusuri Aset Ridwan Kamil Hingga Luar Negeri, Benarkah Terkait Korupsi Rp222 Miliar Bank bjb?
Buni Yani Tantang KPK: OTT Gencar Tapi Tak Berani Usut Jokowi dan Keluarga, Kenapa?
Dalang Pencurian Emas 774 Kg Dibebaskan Jadi Tahanan Rumah, Ini Fakta Hukum yang Bikin Geram!
OTT KPK di PN Depok: Kejar-Kejaran Malam Gelap & Tas Ransel Rp850 Juta di Lapangan Golf