POLHUKAM.ID - Analis komunikasi politik Hendri Satrio (Hensat) turut menyoroti pernyataan polisi yang menyebut bahwa ijazah kuliah Joko Widodo asli
Hensat menyebut, terkait persoalan tudingan ijazah palsu, pihak Universitas Gajah Mada (UGM) yang paling berwenang untuk memvalidasinya.
Sebab, UGM yang berhak mengeluarkan ijazah mahasiswanya yang lulus.
"Kan sudah saya bilang, yang harus menyebut ijazah asli atau palsu ya UGM. Kalau Jokowi mah santai-santai saja. UGM sudah bilang, ijazahnya asli, Jokowinya kuliah," ujar Hendri Satrio di kanal YouTube miliknya, dikutip pada Jumat (23/5/2025)
Apalagi, kata dia, polisi sudah secara resmi mengumumkan melalui konferensi bahwa ijazah Jokowi asli
Menurut Hendri Satrio, dengan pernyataan polisi tersebut, diprediksi polemik soal tudingan ijazah palsu selesai.
"Polisi mengumumkan ijazah Jokowi asli. Nggak papa, namanya polisi boleh-boleh saja. Mungkin untuk menenangkan situasi, menjaga marwah bangsa," ungkapnya
Hensat tidak bisa membayangkan apabila tudingan ijazah palsu Jokowi benar adanya.
"(Sebab) kalau Jokowi ijazahnya palsu terus gimana? bisa ditertawakan dunia," ungkapnya
Maka dari itu, mau tidak mau, kata Hendat, harus mengumumkan bahwa ijazah Jokowi adalah asli
Artikel Terkait
KPK Berbeda Sikap? Menguak Strategi Kontroversial dalam Kasus Korupsi Kuota Haji Yaqut Cholil Qoumas
KPK Izinkan Yaqut Lebaran di Rumah: Gerd Akut & Asma Jadi Alasan, Apa Strategi Sebenarnya?
Noel Rencana Ajukan Tahanan Rumah ke KPK: Ikuti Jejak Yaqut, Apa Alasannya?
Yaqut Cholil Qoumas Kembali ke Rutan KPK: Apa Hasil Pemeriksaan Kesehatan di RS Bhayangkara?