POLHUKAM.ID -Iran membantah klaim Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengatakan bahwa kedua negara akan menggelar pertemuan pada pekan depan.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan Teheran belum memiliki rencana apa pun untuk bertemu dengan pihak AS.
"Teheran masih mempertimbangkan apakah pembicaraan dengan AS akan menguntungkan bagi kami. Lima putaran pembicaraan sebelumnya gagal karena serangan Israel dan AS ke fasilitas nuklir Iran," ujar Araqchi seperti dikutip Reuters, Jumat 27 Juni 2025.
AS dan Israel mengklaim serangan itu untuk mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir. Namun Iran menegaskan bahwa program nuklirnya hanya untuk tujuan damai dan sipil.
Araqchi menyebut kerusakan yang ditimbulkan di fasilitas nuklir Iran cukup besar, dan pihak berwenang kini sedang mengevaluasi kondisi terbaru. Hasil evaluasi ini akan memengaruhi sikap Iran dalam perundingan selanjutnya.
Sebelumnya, Trump menyatakan bahwa Washington akan berbicara dengan Iran minggu depan.
"Kami akan berbicara dengan mereka. Mungkin kami akan menandatangani kesepakatan. Saya tidak yakin, karena menurut saya itu tidak terlalu penting," kata Trump pada hari Rabu.
Trump juga mengatakan bahwa saat ini Iran lebih fokus memulihkan kondisi mereka ketimbang melanjutkan pengayaan uranium, merujuk pada tuduhan negara Barat bahwa Iran telah memperkaya uranium mendekati level senjata nuklir.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Irak untuk Serang Iran, AS Tahu tapi Irak Tak Diizinkan Tahu
Dokumen FBI Bocor: Makhluk 4 Kaki Keluar dari UFO, Ini Bukti Mengerikannya!
Kisah di Balik 4 Anak Elon Musk: Mantan Dewan OpenAI Bongkar Rahasia Donasi Sperma & Gugatan Besar
Pentagon Buka 160 Dokumen UFO Rahasia: Laporan Astronot Apollo hingga Rekaman Militer yang Bikin Penasaran