POLHUKAM.ID - Pengadilan Korea Selatan (Korsel) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap mantan Presiden Yoon Suk-yeol, pada Kamis (10/7) waktu setempat. Ia kini ditahan di pusat penahanan dekat Seoul.
Dikutip dari AFP, perintah penangkapan tersebut dikeluarkan berdasarkan permintaan dari jaksa penasihat khusus. Yoon didakwa atas sejumlah kejahatan, salah satunya penyalahgunaan kekuasaan.
Hakim senior di Pengadilan Distrik Pusat Seoul, Nam Se-jin, mengatakan surat penangkapan dikeluarkan karena khawatir Yoon akan menghilangkan barang bukti.
"Kami baru saja memeriksa dan mengkonfirmasi bahwa surat perintah tersebut telah dikeluarkan," kata Jaksa Park Ji-young, seorang anggota penasihat khusus, dikutip dari AFP.
Setelah surat perintah penangkapan keluar Yoon kini ditahan di sel isolasi pusat penahanan yang berlokasi di dekat Seoul. Ia dapat ditahan selama 20 hari hingga jaksa penuntut siap untuk mendakwanya.
Penahanannya dapat diperpanjang hingga 6 bulan jika dakwaan telah disampaikan secara resmi. Yoon dapat ditahan sampai ada putusan awal.
Dalam persidangan, tim hukum Yoon mengkritik permintaan penahanan tersebut. Mereka menilai penahanan itu tidak masuk akal sebab Yoon sudah dimakzulkan sehingga tidak memiliki kewenangan apa pun.
Sumber: kumparan
Artikel Terkait
Rudal Hoot Iran: Senjata Bawah Laut 200 Kg yang Bikin Kapal Musuh Hancur Sekejap
Blokade AS Gagal Total? Iran Buka Suara soal Skenario Perang di Selat Hormuz
Trump vs Iran: Gencatan Senjata Palsu atau Jeda Menuju Perang Besar?
Trump Desak Iran Segera Teken Kesepakatan Nuklir: Mereka Tidak Bisa Mengatur Diri Sendiri!