Anggota TNI AL Gebrak Ambulans di Surabaya, Begini Kronologi Lengkapnya!

- Kamis, 30 April 2026 | 23:25 WIB
Anggota TNI AL Gebrak Ambulans di Surabaya, Begini Kronologi Lengkapnya!


POLHUKAM.ID - Publik Surabaya digegerkan oleh aksi arogan seorang anggota TNI Angkatan Laut (AL) yang nekat melawan arus lalu lintas dan menggebrak mobil ambulans di Jalan Bengawan, Wonokromo, Surabaya. Kejadian ini terekam dalam video amatir dan langsung viral di media sosial.Insiden bermula saat sebuah ambulans milik Yayasan Dana Sosial Al-Falah (YDSF) tengah dalam misi darurat menjemput pasien kritis. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (27/4) lalu. Di tengah perjalanan, laju ambulans terhambat oleh sejumlah pengendara motor yang melawan arus, termasuk seorang anggota TNI AL bernama Kopka Sujarwo.Dalam rekaman video yang beredar luas, Kopka Sujarwo yang membonceng seorang wanita tampak emosi saat berpapasan dengan ambulans. Bukannya menepi, ia justru memukul badan mobil ambulans dan terlibat cekcok mulut dengan sopir. Koordinator Ambulans YDSF, Sodik, membenarkan bahwa timnya sedang dalam misi darurat menuju Rumah Sakit William Booth."Kami akan menjemput pasien di Rumah Sakit William Booth. Saat itu pasien sedang akan dirujuk ke RSUD Soetomo," ujar Sodik saat dikonfirmasi pada Kamis (30/4). Akibat aksi penghadangan ini, penjemputan pasien mengalami keterlambatan yang cukup signifikan."Setelah kejadian, orangnya masih marah dan sempat mengeluarkan kata-kata kotor. Terakhir dia bilang tidak apa-apa jika diviralkan. Akibatnya, kami terlambat sekitar 10 menit," tambah Sodik.Buntut dari viralnya video tersebut, Kopka Sujarwo didampingi atasannya mendatangi kantor YDSF pada Rabu (29/4) untuk mengklarifikasi tindakannya. Dalam pertemuan itu, Kopka Sujarwo mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada sopir ambulans yang bertugas."Saya atas nama Kopka Sujarwo menyampaikan permohonan maaf kepada pihak YDSF dan driver ambulans atas nama Varhan. Terkait viralnya video di media sosial yang menunjukkan kami melanggar lalu lintas, saya berjanji tidak akan mengulangi pelanggaran tersebut," kata Sujarwo.Sodik menyatakan bahwa pihak yayasan telah menerima permintaan maaf tersebut dan menganggap masalah ini selesai secara kekeluargaan. "Setelah datang ke sini, kami berdiskusi, saling menjelaskan kejadian, dan Pak Sujarwo mengakui kesalahannya. Untuk permasalahan sudah clear dan selesai," pungkasnya.

Komentar