Pengawal Rabin kemungkinan besar tidak terlalu percaya kepada orang lain selain yang mereka kenal.
Padahal pengawal Presiden Soeharto itu sudah dikenalkan oleh protokol Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI) untuk PBB.
Namun ketika akan turut mengawal Rabin, pengawal Rabin menolaknya untuk masuk lift yang sama. Akhirnya terjadi tarik-menarik.
Dalam gerakan refleks dan sangat cepat, pengawal Rabin tiba-tiba menempelkan senapan otomatis Uzi yang berada di balik jasnya ke perut pengawal Indonesia. Ia juga mencengkeram leher belakang.
Pengawal Presiden Indonesia Letkol Sjafrie Sjamsoeddin (kini Menteri Pertahanan) tidak mau kalah gertak.
Dengan sangat tangkas, Sjafrie mengeluarkan pistol Barreta dan menodongkannya ke perut paspampres Israel itu.
Melihat lawannya juga sama-sama keras, anggota Mossad tak berkutik dan perlahan-lahan menurunkan senjata Uzi-nya.
"Sorry, I understand," kata anggota Mossad itu.
Kelima pengawal itu akhirnya bersama-sama mengawal PM Rabin hingga ke lantai 41.
Pengawalan terhadap PM Rabin agak luar biasa.
Tidak kurang dari 25 anggota Mossad berkeliaran di lobi sekitar satu jam menjelang kedatangan Rabin.
Pertemuan antara Soeharto dan Rabin tidak lebih dari 15 menit saja.
Sumber: CNN
Artikel Terkait
Selat Hormuz Meledak! AS Tembak & Sita Kapal Iran, Ancaman Perang Makin Nyata?
Iran Akui Kapalnya Disita AS: Ancaman Serangan Balasan yang Bisa Picu Perang Baru?
Kapal Iran Hancur Ditembak AS di Teluk Oman: Blokade Memicu Perang Baru?
Iran Tembak Kapal Dagang di Selat Hormuz: Blokade Total Ancam 20% Pasokan Minyak Dunia?