Iran Akui Kapalnya Disita AS, Ancaman Serangan Balasan Menguat
POLHUKAM.ID - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali memanas di wilayah perairan strategis. Iran secara resmi mengonfirmasi bahwa pasukan AS telah menyita sebuah kapal miliknya di Laut Arab. Pemerintah Iran langsung memberikan peringatan keras bahwa aksi balasan akan segera dilakukan.
Klaim Pelanggaran Gencatan Senjata oleh AS
Menurut laporan dari kantor berita Fars yang mengutip pernyataan Markas Pusat Khatam al-Anbiya, pasukan AS dituding melakukan pelanggaran. Klaimnya, AS terlebih dahulu melumpuhkan sistem navigasi kapal Iran sebelum melakukan penyergapan. Tindakan ini dinilai sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang ada.
Juru bicara militer Iran, Ebrahim Zolfaghari, memperkuat klaim tersebut. Ia menyatakan bahwa pasukan AS bertindak agresif dengan melepaskan tembakan terlebih dahulu sebelum akhirnya menyergap dan menyita kapal tersebut.
“Amerika Serikat yang agresif, dengan melanggar gencatan senjata dan terlibat dalam pembajakan maritim, menyerang salah satu kapal Iran setelah melumpuhkan sistem navigasinya," tegas Zolfaghari.
Artikel Terkait
Kapal Iran Hancur Ditembak AS di Teluk Oman: Blokade Memicu Perang Baru?
Iran Tembak Kapal Dagang di Selat Hormuz: Blokade Total Ancam 20% Pasokan Minyak Dunia?
Kapal Tanker Pertamina Tertahan di Teluk Arab: Apa yang Terjadi dan Upaya Pemerintah?
Gencatan Senjata Israel-Lebanon Ambruk? Hizbullah Siap Balas Dendam, Ini Kata Trump dan Netanyahu