POLHUKAM.ID - Sebuah peristiwa historis mencatat bahwa seorang Presiden Indonesia pernah merasa kesal terhadap Presiden Amerika Serikat (AS).
Awalnya, kunjungan tersebut dimaksudkan untuk mempererat silaturahmi dan kerjasama, namun justru berakhir dengan pengalaman yang tidak menyenangkan.
Kejadian ini melibatkan Presiden Soekarno dan Presiden AS ke-34, Dwight D. Eisenhower, sekitar 65 tahun yang lalu.
Pada awal tahun 1960, Soekarno menerima undangan dari Eisenhower untuk mengunjungi Gedung Putih.
Soekarno menyambut baik undangan tersebut, mengingat pentingnya menjalin hubungan dengan AS, yang dianggap telah memberikan banyak kontribusi bagi kemerdekaan Indonesia.
Oleh karena itu, pada Juni 1960, Soekarno beserta rombongannya berangkat ke AS.
Namun, setibanya di bandara, Soekarno tidak disambut oleh Eisenhower, yang merupakan hal tidak lazim bagi kunjungan setingkat kepala negara.
Soekarno tetap bersikap positif, mengira sambutan resmi akan dilakukan di Gedung Putih. Sesampainya di sana, Eisenhower juga tidak terlihat.
Soekarno hanya disambut oleh staf protokoler dan diarahkan ke ruang tunggu.
Setelah beberapa jam menunggu dan Eisenhower tak kunjung datang, kesabaran Soekarno pun habis.
Ia memanggil kepala protokoler dan menyampaikan ultimatum bahwa ia akan segera pergi jika harus menunggu lebih lama lagi.
Kepala protokoler yang panik segera melapor, dan tak lama kemudian, Eisenhower muncul.
Ternyata, keterlambatan itu disengaja. Pertemuan yang berlangsung kemudian terasa dingin. Eisenhower hanya menyalami Soekarno tanpa mengucapkan kata maaf.
Artikel Terkait
Netanyahu Buka Suara: Perang dengan Iran Belum Usai, Masih Ada Pekerjaan Rumah yang Nggak Selesai-Selesai
Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Irak untuk Serang Iran, AS Tahu tapi Irak Tak Diizinkan Tahu
Dokumen FBI Bocor: Makhluk 4 Kaki Keluar dari UFO, Ini Bukti Mengerikannya!
Kisah di Balik 4 Anak Elon Musk: Mantan Dewan OpenAI Bongkar Rahasia Donasi Sperma & Gugatan Besar