Serangan China ke Taiwan akan Pukul Perdagangan Global Melebihi Perang Ukraina

- Rabu, 15 Juni 2022 | 17:40 WIB
Serangan China ke Taiwan akan Pukul Perdagangan Global Melebihi Perang Ukraina

Pemerintah China mengatakan ingin kembali menyatukan Taiwan dengan jalan damai. Namun China mencadangkan opsi lain untuk Taiwan yang dianggapnya sebagai provinsi Cona.

Taiwan mendominasi pasar global untuk produksi chip paling canggih dan ekspornya senilai 118 miliar dolar AS tahun lalu. Deng mengatakan dia berharap dapat mengurangi 40 persen pangsa ekspornya yang masuk ke China.

Invasi Rusia adalah pertama kalinya dalam sejarah pengawas perdagangan global bahwa satu anggota WTO telah menginvasi yang lain. Badan tersebut berharap untuk mencapai paket kesepakatan, termasuk keamanan pangan untuk mengurangi pasokan yang tegang, tetapi ketegangan yang ditimbulkan oleh perang dapat membuatnya lebih sulit.

Taiwan berpartisipasi dalam tepuk tangan meriah untuk delegasi WTO Ukraina pada akhir pekan lalu. WTO adalah salah satu dari sedikit organisasi multilateral di mana China dan Taiwan bekerja berdampingan sejak Beijing memblokir partisipasinya di negara lain.

Deng mengatakan pulau itu, yang disebut 'China Taipei' di WTO, didorong oleh negosiasi WTO sejauh ini. Ia juga berusaha untuk menyelesaikan perselisihan tiga tahun yang diajukannya terhadap India mengenai tarif teknologi sebelum keputusan resmi WTO. "Kami bekerja dengan mereka," kata Deng.

Sumber: republika.co.id

Halaman:

Komentar