Kekurangan bahan bakar kronis telah memburuk minggu ini dengan antrean sepanjang beberapa kilometer di beberapa pompa bensin di seluruh negeri. Kondisi ini pun menyebabkan protes sporadis ketika pemilik kendaraan menunggu, kadang-kadang dalam semalam, untuk bensin dan solar.
Sri Lanka sedang menunggu konfirmasi resmi tentang batas kredit 500 juta dolar AS dari Bank Exim pemerintah India. Menurut Wijesekera, dana itu akan digunakan untuk mendanai pengiriman bahan bakar selama beberapa minggu ke depan.
India telah menjadi pendukung utama selama krisis keuangan, setelah menggelontorkan bantuan sekitar 3 miliar dolar AS, termasuk jalur kredit satu miliar dolar AS untuk impor penting dan pertukaran 400 juta dolar AS.
Sri Lanka, menurut Wijesekera, telah menjangkau beberapa negara, termasuk Rusia, untuk membahas opsi impor bahan bakar yang akan menyediakan pasokan senilai beberapa bulan.
Negara ini juga sedang dalam pembicaraan dengan Dana Moneter Internasional (IMF) untuk paket bailout. Delegasi dari pemberi pinjaman diharapkan tiba di Sri Lanka pada 20 Juni.
Sumber: republika.co.id
Artikel Terkait
Iran Ancam Serang Jantung Israel Jika AS Berani Menyerang: Apakah Perang Besar Tak Terhindarkan?
Bill Gates & Dokumen Epstein: Fakta Mengejutkan Klaim Penyakit Kelamin yang Dibantah Tegas
Dibalik Panggung Saudi: MBS & Adiknya Berebut Pengaruh, Siapa yang Akan Menang?
10 Nama Besar yang Muncul dalam Dokumen Rahasia Jeffrey Epstein: Dari Elon Musk hingga Pangeran Andrew