Dokumen itu juga menyebut Berel Lazar, anggota Chabad dan mantan kepala rabi Rusia, yang digambarkan sebagai penasihat dekat Vladimir Putin. "Chabad pada dasarnya adalah Yudaisme yang disetujui negara. Ini digunakan oleh Putin untuk mengawasi oligarki Rusia-Yahudi," tulis memo tersebut.
Koneksi Epstein dengan Mossad dan Ehud Barak
Memo tersebut memperkuat klaim bahwa Jeffrey Epstein adalah agen Mossad. "CHS yakin Epstein adalah agen Mossad yang direkrut," katanya. Epstein disebut dekat dengan mantan Perdana Menteri Israel, Ehud Barak, yang merupakan tokoh intelijen senior.
Barak diketahui mengunjungi rumah Epstein di New York lebih dari 30 kali antara 2013 dan 2017. Dalam pertukaran email yang terungkap, Epstein secara sarkastik meminta Barak untuk menjelaskan bahwa dirinya "tidak bekerja untuk Mossad".
Implikasi Hukum dan Bantahan Trump
Dokumen tersebut juga mengaitkan klaim ini dengan kesepakatan pengakuan bersalah Epstein tahun 2008, yang melibatkan pengacara Alan Derschowitz dan jaksa Alex Acosta. Menurut CHS, Derschowitz sendiri disebut direkrut oleh Mossad.
Meski Trump telah membantah memiliki hubungan dengan Epstein, nama mantan presiden itu disebutkan lebih dari 1.000 kali dalam 3 juta dokumen Epstein yang dirilis baru-baru ini, mengindikasikan kompleksitas hubungan yang masih menjadi bahan investigasi.
Artikel Terkait
Dokumen Bombshell Epstein: Foto Rahasia di Bali & Daftar Tuduhan Mengejutkan Terhadap Trump Terbongkar
Kain Kabah untuk Jeffrey Epstein: Dokumen Bocor Ungkap Pengiriman Misterius dari UEA
Rp16,7 Triliun untuk Gaza? Anggota DPR Ungkap Risiko Mengerikan di Balik Iuran Indonesia
Khamenei vs Trump: Ancaman Perang Regional dan Fakta Mengerikan di Balik Protes Iran