Pernyataan Kontroversial AS yang Bikin Turki & Arab Saudi Murka: Perang dengan Iran Disebut Konflik Agama

- Jumat, 06 Maret 2026 | 00:25 WIB
Pernyataan Kontroversial AS yang Bikin Turki & Arab Saudi Murka: Perang dengan Iran Disebut Konflik Agama

"Jika menteri sebuah negara adidaya berbicara tentang menyerang negara lain berdasarkan ramalan kiamat, maka dunia sedang dipimpin oleh orang-orang yang kehilangan kewarasan," tegas Erdogan. Turki mengancam akan menyatukan negara-negara Muslim untuk mengutuk klaim AS dan memperingatkan bahaya penggunaan istilah seperti "Amalek" dan "Armageddon" oleh petinggi militer.

Al-Azhar Mesir: Ini Terorisme Intelektual

Lembaga Islam terkemuka Al-Azhar di Kairo, Mesir, ikut mengutuk. Mereka menyebut pernyataan Hegseth sebagai bentuk "terorisme intelektual" dan penghinaan terhadap miliaran umat Islam di dunia.

Al-Azhar memperingatkan bahwa kejahatan perang luar biasa dapat terjadi ketika tentara bertindak dengan klaim menjalankan perintah Tuhan, yang berakar dari narasi semacam itu.

Pernyataan Kontroversial Menteri Perang AS

Sebelumnya, Menteri Perang AS Pete Brian Hegseth membenarkan operasi militer besar-besaran terhadap Iran yang diperintahkan Presiden Donald Trump. Ia menyatakan alasan serangan adalah karena kepercayaan "delusi kenabian Islam" di Iran.

"Rezim gila seperti Iran, yang sangat bergantung pada delusi Islam yang bersifat kenabian, tidak dapat memiliki senjata nuklir," kata Hegseth pada Senin (2/3/2026). Pernyataan ini dinilai menyindir keyakinan mayoritas Syiah di Iran tentang Imam Mahdi. Hegseth menggambarkan operasi tersebut sebagai "operasi udara paling mematikan, paling kompleks, dan paling tepat dalam sejarah".

Halaman:

Komentar