"Jika menteri sebuah negara adidaya berbicara tentang menyerang negara lain berdasarkan ramalan kiamat, maka dunia sedang dipimpin oleh orang-orang yang kehilangan kewarasan," tegas Erdogan. Turki mengancam akan menyatukan negara-negara Muslim untuk mengutuk klaim AS dan memperingatkan bahaya penggunaan istilah seperti "Amalek" dan "Armageddon" oleh petinggi militer.
Al-Azhar Mesir: Ini Terorisme Intelektual
Lembaga Islam terkemuka Al-Azhar di Kairo, Mesir, ikut mengutuk. Mereka menyebut pernyataan Hegseth sebagai bentuk "terorisme intelektual" dan penghinaan terhadap miliaran umat Islam di dunia.
Al-Azhar memperingatkan bahwa kejahatan perang luar biasa dapat terjadi ketika tentara bertindak dengan klaim menjalankan perintah Tuhan, yang berakar dari narasi semacam itu.
Pernyataan Kontroversial Menteri Perang AS
Sebelumnya, Menteri Perang AS Pete Brian Hegseth membenarkan operasi militer besar-besaran terhadap Iran yang diperintahkan Presiden Donald Trump. Ia menyatakan alasan serangan adalah karena kepercayaan "delusi kenabian Islam" di Iran.
"Rezim gila seperti Iran, yang sangat bergantung pada delusi Islam yang bersifat kenabian, tidak dapat memiliki senjata nuklir," kata Hegseth pada Senin (2/3/2026). Pernyataan ini dinilai menyindir keyakinan mayoritas Syiah di Iran tentang Imam Mahdi. Hegseth menggambarkan operasi tersebut sebagai "operasi udara paling mematikan, paling kompleks, dan paling tepat dalam sejarah".
Artikel Terkait
Selat Hormuz Meledak! AS Tembak & Sita Kapal Iran, Ancaman Perang Makin Nyata?
Iran Akui Kapalnya Disita AS: Ancaman Serangan Balasan yang Bisa Picu Perang Baru?
Kapal Iran Hancur Ditembak AS di Teluk Oman: Blokade Memicu Perang Baru?
Iran Tembak Kapal Dagang di Selat Hormuz: Blokade Total Ancam 20% Pasokan Minyak Dunia?