Garda Revolusi Iran mengklaim menggunakan rudal balistik canggih jenis Emad dan Qadr serta drone dalam serangan ini. Sasaran yang disebutkan antara lain kota Eilat, Dimona (lokasi reaktor nuklir), dan utara Tel Aviv. Iran menyatakan serangan mengakibatkan korban jiwa dan kerugian besar pada fasilitas industri militer dan hanggar pesawat tempur Israel.
Eskalasi Cepat dan Dampak di Kawasan Teluk
Koresponden Al Jazeera melaporkan bahwa serangan terjadi dalam interval waktu yang sangat singkat, menunjukkan intensitas operasi militer yang tinggi. Gelombang ke-78 ini terjadi hanya beberapa jam setelah Gelombang 77, mengindikasikan eskalasi yang terus berlanjut.
Dampak konflik juga merambat ke kawasan Teluk. Sejak malam sebelumnya, sirene berbunyi di Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Kuwait. Arab Saudi mengklaim berhasil mencegat lebih dari 20 drone di wilayah timurnya. Sementara itu, Kuwait melaporkan gangguan pada infrastruktur energi dan pemadaman listrik parsial akibat jatuhnya puing-puing.
Serangan Balik AS-Israel ke Fasilitas Gas Iran
Di sisi lain, media Iran melaporkan serangan balik yang menargetkan infrastrukturnya. Kantor berita Fars menyebutkan bahwa fasilitas gas dan sebuah saluran pipa di Isfahan serta Khorramshahr menjadi sasaran serangan yang dikaitkan dengan AS dan Israel. Fasilitas tersebut dilaporkan mengalami kerusakan sebagian.
Situasi saat ini menunjukkan ketegangan yang semakin memuncak di Timur Tengah, dengan serangan balasan terjadi dari kedua belah pihak meskipun ada pembicaraan mengenai upaya de-eskalasi. Publik diimbau untuk terus mengikuti perkembangan informasi dari sumber-sumber resmi.
Artikel Terkait
Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Irak untuk Serang Iran, AS Tahu tapi Irak Tak Diizinkan Tahu
Dokumen FBI Bocor: Makhluk 4 Kaki Keluar dari UFO, Ini Bukti Mengerikannya!
Kisah di Balik 4 Anak Elon Musk: Mantan Dewan OpenAI Bongkar Rahasia Donasi Sperma & Gugatan Besar
Pentagon Buka 160 Dokumen UFO Rahasia: Laporan Astronot Apollo hingga Rekaman Militer yang Bikin Penasaran