Lonjakan harga minyak dunia sejak awal konflik telah memicu kekhawatiran akan kelangkaan dan kenaikan biaya hidup global. Vietnam pun mengambil langkah strategis untuk mengamankan pasokan.
Negara ini dilaporkan telah meminta dukungan bahan bakar dari beberapa mitra, termasuk Qatar, Kuwait, Aljazair, dan Jepang. Selain itu, pada Senin (24/3/2026), Vietnam juga menandatangani kesepakatan kerja sama dengan Rusia di sektor produksi minyak dan gas.
Untuk meringankan beban masyarakat, Kementerian Keuangan Vietnam mengusulkan kebijakan pemotongan separuh pajak perlindungan lingkungan untuk bensin dan solar. Kebijakan fiskal ini diharapkan dapat sedikit menahan laju kenaikan harga di tingkat konsumen.
Kisah Warga yang Terdampak Kenaikan Solar
Dampak kenaikan harga BBM ini langsung dirasakan oleh masyarakat. Nguyen Van Chi, seorang warga Hanoi berusia 54 tahun, mengaku tidak mengendarai truknya selama dua minggu terakhir.
"Dengan harga solar yang luar biasa ini, saya bahkan tidak bisa menjual truk saya karena tidak ada yang akan menggunakannya," keluhnya. Ia kini lebih memilih bersepeda untuk mobilitas sehari-hari guna menghemat biaya.
Situasi ini menggambarkan bagaimana gejolak geopolitik di Timur Tengah memiliki efek berantai yang langsung menyentuh kehidupan ekonomi masyarakat di negara lain, termasuk Vietnam.
Artikel Terkait
Solar Vietnam Naik 105%! Dampak Konflik Timur Tengah 2026 yang Bikin Warga Tak Bisa Jual Truk
Harga Solar Vietnam Meledak 105%! Ini Dampak Konflik Timur Tengah 2026 yang Bikin Warga Tak Bisa Jual Truk
Harga BBM Vietnam Naik Gila-Gilaan: Solar 105%, Ini Dampak Mengerikannya!
Harga BBM Vietnam Naik Gila-Gilaan: Solar 105%, Bensin 68% Akibat Perang Timur Tengah 2026