Kebocoran Kimia Mencekam di Israel: Serangan Rudal Iran Picu Lockdown Darurat di Beersheba

- Senin, 30 Maret 2026 | 08:25 WIB
Kebocoran Kimia Mencekam di Israel: Serangan Rudal Iran Picu Lockdown Darurat di Beersheba

Kebocoran Kimia di Beersheba: Dampak Serangan Rudal Iran di Zona Industri Israel

POLHUKAM.ID – Serangan rudal masif dari Iran menghantam zona industri kimia vital Neot Hovav di Beersheba, Israel Selatan, pada Minggu (29/3/2026). Insiden ini memicu kekhawatiran serius akan bencana lingkungan dan kesehatan akibat potensi kebocoran bahan kimia berbahaya.

Otoritas setempat segera mengeluarkan perintah lockdown darurat. Ribuan warga di sekitar Beersheba diperintahkan untuk tetap di dalam rumah dan menutup rapat semua jendela guna menghindari paparan zat beracun.

Sasaran Serangan: Pabrik Bahan Kimia ADAMA

Pusat serangan dilaporkan menyasar pabrik ADAMA, bagian dari Syngenta Group, yang merupakan produsen bahan aktif pestisida dan perlindungan tanaman. Meski belum ada laporan korban jiwa di lokasi pabrik, ancaman polusi kimia menciptakan kepanikan dan suasana mencekam di kota terbesar di Israel selatan tersebut.

Zona Industri Neot Hovav: Penyimpanan Limbah B3 dan Zat Berbahaya

Neot Hovav bukan zona industri biasa. Kawasan ini menampung 19 fasilitas industri, termasuk pabrik bromida, farmasi, dan yang paling kritis: situs pembuangan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) utama Israel. Satu orang dilaporkan terluka saat tim darurat berupaya memadamkan api dan mendinginkan area untuk mencegah penguapan kimia lebih lanjut.

Jalan raya utama penghubung Israel tengah dan Beersheba ditutup total. Meski otoritas militer belum merilis detail jenis bahan kimia yang bocor, perintah lockdown yang ketat mengindikasikan level risiko kontaminasi udara yang sangat tinggi.

Halaman:

Komentar