Klaim Balas Dendam atas Tenggelamnya Kapal Perang Iran
Kelompok Handala mengaku aksi peretasan ini adalah bentuk pembalasan atas tenggelamnya kapal perusak Iran, Dena, oleh militer AS di Samudra Hindia awal Maret. Insiden yang menewaskan puluhan pelaut Iran itu memicu kemarahan besar.
Dalam pesannya, para hacker mengejek sistem keamanan AS yang disebut "mudah berlutut" hanya dalam hitungan jam. Mereka mempertanyakan kredibilitas keamanan siber Washington dengan kalimat provokatif: "Jika Direktur Anda bisa dibobol semudah ini, apa yang bisa diharapkan dari karyawan tingkat bawah?".
Ironi Klaim Kemenangan dan Tawaran Hadiah 10 Juta USD
Serangan siber ini terjadi ironisnya setelah Departemen Kehakiman AS dan Kash Patel mengklaim kemenangan dengan menyita sejumlah domain web milik Handala Hack Team pada 19 Maret lalu. Saat itu, Patel menegaskan FBI akan memburu setiap aktor di balik ancaman siber Iran.
Sebagai respons, pemerintah AS melalui FBI kini menawarkan hadiah hingga 10 juta dolar AS bagi siapa pun yang dapat memberikan informasi yang mengarah pada identifikasi anggota Handala Hack Team. Insiden ini menambah daftar kerugian AS di tengah ketegangan militer yang masih berlangsung dengan Iran di Timur Tengah.
Artikel Terkait
Donald Trump Tantang Dunia Ambil Minyak di Selat Hormuz: Iran Lemah, Apa Dampaknya?
Israel Tuduh Hizbullah Serang Markas TNI di Lebanon: Fakta atau Dalih di Sidang DK PBB?
TNI Gugur di Lebanon: IDF Buka Suara, Siapa Dalang Sebenarnya?
Trump Klaim Mojtaba Khamenei Tewas: Benarkah Rezim Iran Akan Runtuh?