Iran Ancam Bawa Perang ke Wilayah AS, Klaim Hancurkan Helikopter Black Hawk
Eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran dilaporkan memasuki fase paling berbahaya. Sebuah sumber internal militer Iran memperingatkan bahwa langkah Presiden AS Donald Trump yang menargetkan infrastruktur vital Iran berisiko memicu peperangan langsung di dalam wilayah kedaulatan Amerika Serikat.
Klaim Keberhasilan Militer Iran Gagalkan Misi AS
Peringatan keras ini muncul menyusul klaim Iran berhasil menggagalkan operasi penyelamatan pilot AS di selatan Isfahan. Dalam insiden tersebut, sejumlah alutsista canggih Amerika, termasuk helikopter Black Hawk dan pesawat angkut militer, dilaporkan hancur.
Sumber yang dikutip kantor berita Tasnim News menegaskan Iran siap meningkatkan ketegangan hingga level tertinggi. Meski tidak secara eksplisit menyebut serangan rudal, sumber tersebut memberikan isyarat mengenai stabilitas domestik AS. "Trump akan melihat bahwa mereka akan mengalami kekacauan hebat dari dalam wilayah Amerika sendiri jika terus menghancurkan infrastruktur kami," tegas sumber tersebut.
Pejabat Iran Janjikan "Kejutan Besar" untuk AS dan Israel
Sebelumnya, seorang pejabat keamanan senior Iran mengatakan Teheran bergerak sesuai rencana operasional dan memperingatkan akan adanya "kejutan besar" bagi AS dan Israel sebagai tanggapan atas agresi militer. Pejabat itu mengkritik pernyataan Trump soal "target dinamis" dan menyebut strategi militer Washington tidak efektif.
Pejabat tersebut menekankan Iran telah mengembangkan strategi efektif dalam perang asimetris untuk melemahkan lawan secara bertahap. Konflik ini dipicu oleh kampanye militer skala besar AS dan Israel terhadap Iran setelah pembunuhan Ayatollah Seyed Ali Khamenei dan komandan militer pada 28 Februari.
Artikel Terkait
Rusia Desak AS Hentikan Perang di Iran: Apa Dampaknya bagi Stabilitas Selat Hormuz dan Harga Minyak Dunia?
Iran Gelombang ke-95: Ledakan Dahsyat Rudal Haj Qassem Hantam Israel, Apa Target Selanjutnya?
Iron Dome Tembus! Rudal Iran Hancurkan Gedung di Haifa, Bayi 10 Bulan Jadi Korban
Iran Klaim Temukan Celana Dalam Pilot F-15 AS: Fakta atau Propaganda Perang 2026?