"Saya mengecam negara-negara yang ingin melemahkan Rusia termasuk Amerika Serikat. Amerika Serikat menyatakan kemenangan dalam perang dingin dan kemudian menganggap diri mereka sebagai utusan Tuhan sendiri di planet Bumi," katanya pada Minggu (19/6/2022).
Kemudian, ia melanjutkan Rusia berada di bawah beragam sanksi setelah mengirim pasukan ke Ukraina pada Februari 2022. Ratusan perusahaan asing juga menangguhkan operasi di Rusia atau ditarik keluar dari negara itu seluruhnya.
"Perusahaan Rusia dan otoritas pemerintah bekerja dengan cara yang tenang dan profesional. Kami menormalkan situasi ekonomi. Kami menstabilkan pasar keuangan, sistem perbankan dan sistem perdagangan," kata dia.
Ia menambahkan tingkat inflasi yang diproyeksikan Rusia telah turun sedikit tetapi tingkat tahunan yang diproyeksikan saat ini sebesar 16,7 persen masih terlalu tinggi.
Artikel Terkait
21 Kapal Dipaksa Mundur! Blokade AS di Selat Hormuz Picu Krisis Minyak Global
Selat Hormuz Dibuka Lagi: Benarkah Blokade AS dan Ancaman Iran Sudah Berakhir?
AS Perluas Operasi: Buru Kapal Tanker Iran Sampai ke Samudera Pasifik, Apa Dampaknya?
Iran Berencana Tarik Tol Rp257 Triliun di Selat Hormuz: Mampukah Hadapi Penolakan AS?