Wakil Direktur Secret Service, Matthew Quinn, mengungkapkan bahwa insiden bermula saat petugas mengidentifikasi seorang pria mencurigakan yang membawa senjata api di pusat kota. Saat hendak didekati untuk pemeriksaan, pria tersebut justru mencoba melarikan diri.
"Pria itu kabur dengan berjalan kaki setelah didekati petugas. Ia kemudian mengeluarkan senjatanya dan melepaskan tembakan," ujar Quinn dalam konferensi pers. Merespons ancaman mematikan tersebut, agen Secret Service membalas tembakan dan berhasil mengenai tersangka. Pria bersenjata itu langsung dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi yang belum diverifikasi lebih lanjut. Selain tersangka, seorang remaja yang berada di lokasi dilaporkan mengalami luka ringan.
Wapres JD Vance dalam Pantauan
Meskipun penembakan meletus tak lama setelah rombongan Wakil Presiden melintas, pihak berwenang belum menyimpulkan bahwa JD Vance adalah target utama serangan tersebut. Quinn menegaskan bahwa penyelidikan masih di tahap awal untuk menentukan motif pelaku.
"Kecil kemungkinan (Wapres) menjadi target, namun saya tidak ingin berspekulasi apakah ini ditujukan kepada Presiden atau tidak. Kami akan mendalaminya," tambah Quinn saat ditanya mengenai keterkaitan insiden ini dengan rentetan ancaman.
Artikel Terkait
Iran vs AS Baku Tembak di Selat Hormuz: 6 Kapal Militer Hancur, Trump Beri Perintah Evakuasi
Rudal Hoot Iran: Senjata Bawah Laut 200 Kg yang Bikin Kapal Musuh Hancur Sekejap
Blokade AS Gagal Total? Iran Buka Suara soal Skenario Perang di Selat Hormuz
Trump vs Iran: Gencatan Senjata Palsu atau Jeda Menuju Perang Besar?