Di samping itu, menurut Johnson, mereka juga harus memahami bahwa harga yang dibayar dengan membiarkan Rusia menang akan jauh lebih tinggi. Berbicara pada awal KTT Kelompok Tujuh pada Minggu (26/6/2022), Johnson menegaskan bahwa Barat perlu mempertahankan persatuannya dalam menghadapi agresi Moskow di Ukraina.
"Untuk melindungi persatuan itu, untuk membuatnya berhasil, Anda harus melakukan diskusi yang benar-benar jujur tentang implikasi dari apa yang terjadi, tekanan yang dirasakan oleh teman dan pasangan individu," katanya kepada wartawan.
"Tetapi harga bila menyerah, harga untuk membiarkan (Presiden Rusia Vladimir) Putin meraih kemenangan, untuk menduduki sebagian besar Ukraina, untuk melanjutkan program penaklukan, maka harga itu akan jauh, jauh lebih tinggi. Semua orang di sini pasti menyadari itu."
Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan pada Sabtu (25/6/2022) bahwa Ukraina akan merebut kembali semua kota yang telah ditaklukkan Rusia. Kota tersebut termasuk Sievierodonetsk.
Artikel Terkait
Video Netanyahu Deepfake Terbongkar! 3 Ciri AI Ini Buktikan Video Itu Palsu
6 Tentara AS Tewas Misterius di Irak: Bukan Tembakan Musuh, Lalu Apa Penyebab Jatuhnya Pesawat Tanker KC-135?
Korban Luka Israel Tembus 3.000: Data Mengejutkan yang Ditahan dan Dampak Perang 14 Hari vs Iran
Mojtaba Khamenei Koma? Pesan Perang Pertamanya Guncang Timur Tengah