Trump Perpanjang Jeda Serangan ke Iran: Dari 5 Hari Menjadi 10 Hari
Update Terkini - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengulur waktu ancaman militer terhadap Iran. Setelah sebelumnya memberi jeda 5 hari, Trump kini memperpanjang batas waktu serangan ke fasilitas energi Iran menjadi 10 hari ke depan, atau hingga tanggal 6 April 2026.
Latar Belakang Ancaman Militer AS ke Iran
Awal krisis terjadi pada Sabtu pekan lalu, ketika Trump memberi ultimatum 48 jam kepada Iran untuk membuka blokade di Selat Hormuz. Ancaman yang diberikan adalah serangan terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi vital Iran lainnya. Namun, tepat beberapa jam sebelum batas waktu pada Senin malam, Trump menunda eksekusi tersebut selama 5 hari, dengan alasan adanya perkembangan positif dalam jalur diplomasi.
Alasan Perpanjangan Waktu dan Klaim Trump
Dalam pengumuman terbarunya, Trump menyatakan bahwa pihak Iran meminta tambahan waktu 7 hari melalui perantara. Menanggapi permintaan tersebut, Trump justru memberikan kelonggaran selama 10 hari. Ia mengklaim bahwa Iran sangat berterima kasih atas keputusannya ini.
Trump juga mengulangi klaimnya bahwa Iran telah mengizinkan kapal tanker minyak AS untuk melintas di Selat Hormuz, yang ia sebut sebagai "hadiah" dalam proses negosiasi. "Mereka memberi saya kapal... 'hadiah' yang saya bicarakan beberapa hari lalu," ujar Trump dalam siaran langsung Fox News.
Artikel Terkait
Netanyahu Buka Suara: Perang dengan Iran Belum Usai, Masih Ada Pekerjaan Rumah yang Nggak Selesai-Selesai
Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Irak untuk Serang Iran, AS Tahu tapi Irak Tak Diizinkan Tahu
Dokumen FBI Bocor: Makhluk 4 Kaki Keluar dari UFO, Ini Bukti Mengerikannya!
Kisah di Balik 4 Anak Elon Musk: Mantan Dewan OpenAI Bongkar Rahasia Donasi Sperma & Gugatan Besar